Assalamu'alaikum.wr.wb. ukhti..☺☺
                                            PENTINGNYA BERPAKAIAN SYAR'I
Segala puji bagi Allah SWT kita panjatkan pada hari ini, shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada nabi besar kita kekasih Allah SWT. yakni baginda nabi Muhammad SAW. 
Ukhti.. kita sebagai perempuan tentu dituntut untuk menutup aurat secara sempurna. Sempurna disini adalah hanya boleh wajah dan telapak tangan saja yang terlihat, yang lainnya tidak boleh terlihat oleh yang bukan muhrim.
Tapi terkadang banyak godaan untuk menutup aurat kita dengan sempurna, misal nih karena takut dianggap sok alim, takut dijauhi temen-temen, takut enggak ada laki-laki yang lirik karena jilbabnya gede banget, takut gak bisa bebas bermain, pergi-pergian seenaknya. hoalaaah.. banyak banget yaaa alasannya.. hehehe

Ukhti, kewajiban menutup aurat itu sangat jelas terdapat dalam al-qur'an 
Allah Swt. berfirman :
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ ِلأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59).

Kata jalâbîb yang terdapat dalam ayat tersebut adalah jamak dari jilbâb. Secara bahasa, jilbab adalah sejenis mantel atau baju yang serupa dengan mantel (Lihat: Kamus al-Muhith). Menurut beberapa pendapat ulama tafsir, pengertiannya adalah sebagai berikut:
1.   Kain penutup atau baju luar/mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Tafsîr Ibn ‘Abbas, hlm, 137).
2.   Baju panjang (mulâ’ah) yang meliputi seluruh tubuh wanita. (Imam an-Nawawi, dalam Tafsîr Jalalyn, hlm. 307).
3.   Baju luas yang menutupi seluruh kecantikan dan perhiasan wanita. (Ali ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsîr, jld. 2, hlm. 494)
4.   Pakaian seperti terowongan (baju panjang yang lurus sampai ke bawah) selain kerudung. (Tafsîr Ibn Katsîr). Intinya, Allah memerintahkan kepada Nabi agar menyeru istri-istrinya, anak-anak wanitanya, dan wanita-wanita Mukmin secara umum—jika mereka keluar rumah untuk memenuhi hajatnya—untuk menutupi seluruh badannya, kepalanya, dan juga juyûb mereka, yaitu untuk menutupi dada-dada mereka.
5.   Pakaian yang lebih besar dari khimâr (kerudung). Ibn ‘Abbas dan Ibn Mas‘ud meriwayatkan, bahwa jilbab adalah ar-rada’u, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan). (Tafsîr al-Qurthubi).
Nah, sudah jelaskan ukhti perintah untuk menutup aurat. Hari ini saya akan membagikan tips untuk  tetap istiqomah dalam berpakaian syar'i meski lingkungan kurang mendukung.
Apa aja sih tips nya?? Mari kita bahas satu persatu ya:
1. Amal perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir nanti.
Dengan berfikir bahwa hanya kita sendirilah yang akan menanggung dosa yang kita lakukan sendiri dan mengingat bahwa azab Allah itu sangat pedih akan membuat kita takut dan membuat kita untuk berusaha memperbaiki diri kita dengan menutuo aurat dengan sempurna secara perlahan-lahan namun pasti.

Saya berbagi pengalaman nih ukhtiii...saya kuliah di PTN yang bukan berbasis islam, bahkan di fakulatas yang rohisnya sangat minim, bisa dibayangkan kehidupan kampusnya seperti apa tentulah jauh dari suasana agama. 
Ketika berpakaian syar'i di tengah-tengah lingkungan yang bisa dibilang kurang mendukung terhadap orang yang berpakaian syar'i, baju gamis yang besar, panjang, serta kerudung yang lebar membuat saya sangat berbeda dengan teman-teman saya yang lain, sangat sering sekali saya merasakan meraka sangat canggung untuk mendekati saya, dan itu membuat saya terlihat aneh dimata mereka, bahkan ketika perkuliahan pernah ada dosen yang mengkritik orang yang kerudungnya lebar.. Berada disuasana seperti itu bukanlah hal yang saya inginkan, tapi ya mau gimana lagi ini takdir dari Alloh sebagai ujian buat kita supaya lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya dan tetap istiqomah. Saya cuek cuek aja tuh, bahkan sebisa mungkin merangkul mereka supaya mereka bisa lebih baik lagi pakaiannya. karena dakwah itu kewajiban setiap orang loh ukhti, kita udah bisa berpakaian sya'i tapi temen kita masih belum syar'i ya itu kewajiban kita untuk terus mengingatkannnya.

2. Adzab Alloh SWT itu pedih
 Kita harus percaya dan takut akan adzab alloh yang sangat pedih apabila kita melanggar      aturan-aturan yang telah ditetapkannya. Seperti yang kita tahu bahwa yang paling banyak   menguasai neraka adalah kaum hawa, maka dari itu supaya terhindar dari adzab Alloh      SWT yang sangat pedih maka kita hars berusaha semaksimal mungkin menjaga diri kita   dari segala perbuatan maksiat.

3. Harus merasa bahwa seluruh tubuh seorang perempuan adalah aurat terkecuali 2 bagian yaitu telapak tangan dan wajah.
Iya nih ukhti, memang wanita diciptakan Alloh SWT begitu sempurna dan sangat dimuliakan sehingga hampir semua anggota tubuh kita adalah aurat, maka dari itu untuk menjaga kita dari pandangan-pandangan buruk kaum adam kita mesti menutup aurat itu dengan sesempurna mungkin. 
Kita harus dapat menjaga orang-orang disekeliling kita dari dosa yang disebabkan karena pandangannya kepada kita sebagai wanita.

4.  Langkah pertama menjaga mata, hati, lisan, tangan dan lainnya.
Apabila seorang wanita muslim telah menjaga auratnya dengan sempurna, maka pasti ia akan berusaha juga menjaga matanya, hatinya, lisannya, tangan dan perbuatannya.. ko bisa ? mengapa demikian ??
Karena, muslimah yang telah menutup aurat nya dengan sempurna jika ia ingin melihat hal-hal negative, atau hendak berbicara, dan bertindak yang buruk pasti dia berfikir 2 kali, atau bahkan berkali-kali… masa pakaiannya udah syar’I tapi bicaranyaa kaya gituu (kasar, negatif)          , masa bajunya udah syar’I tapi pacaran, dan lain-lainnya.. itu hanya salah satu contoh saja. Beda dengan wanita yang tidak berpakaian syar’I, ia cenderung akan lebih merasa bebas untuk melakukan apapun, naah, disanalah fungsi pakaian sebagai penutup aurat, penjaga hati, prilaku dan lainnya agar terhindar dari perilaku dosa.

5. Belajar menjadi perhiasan dunia
Seperti yang sering kita dengar bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shaliha.. Iya memang betul ketika di suatu daerah wanitanya baik atau shaliha, maka dapat dipastikan bahwa daerah tersebut akan baik, bahkan ada pepatah yang mengtakan bahwa baik buruknya suatu Negara tergantung pada wanitanya. Apabila baik wanitanya maka Negara tersebut akan maju, sedangkan apabila buruk wanitanya maka Negaranya puna akan buruk.
Memang pondasi awal suatu peradaban adalah dari seorang wanita, wanita adalah sosok yang mampu melahirkan seorang pemimpin- pemimpin hebat berkat didikannya dari mulai masih dalam kandungan dirinya, wanita merupakan sekolah pertama untuk anak-anaknya, tempat belajar dan bersosialisasi pertama anak-anak.
           Maka dari itu untuk membentuk anak-anak yang hebat, diharusan bagi wanita-wanita untuk hebat pula, ketika wanitanya benar-benar kuat dalam agama, ia pasti akan mampu mendidik anak-anaknya kelak dengan berladaskan quran yang kuat.
Maka dari itu menapaki awal memperbaiki diri dengan berpakaian syar’I merupakan langkah yang tepat, dari berpakaian syar’I lah perbaikan diri kita dimulai, so ukhtii tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik, karena sejatinya manusia memang harus terus meningkatkan kualitas dirinya setiap hari agar lebih baik dan terus lebih baik. 
n

   So….. yuk mulai tutup aurat kita dengan sempurna.!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini